FORTASBI – Sudah menjadi hal yang wajar setiap jelang lebaran, ada semacam pembagian bingkisan oleh berbagai kelompok atau individu.
Hal ini juga dilakukan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri (APKSM) yang berlokasi di Desa Kadipi Atas, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah.
Asosiasi petani sawit swadaya ini, jelang Lebaran 2024, membagikan bingkisan senilai kurang lebih Rp 500 ribu bagi 687 anggota, pemangkukepentingan dan kepala desa.

“Ini adalah bentuk apresiasi dari Asosiasi bagi anggota, yang telah semakin baik dalam pengelolalan sawit secara berkelanjutan,” ujar Group Manajer APKSM, Widodo saat diwawancara FORTASBI.
Anggota yang menerima bingkisan merasa bangga, karena bingkisan ini bukan seperti bantuan sosial pemerintah bagi masyarakat yang tidak mampu. Tetapi, sebagai hasil keringat petani dalam meningkatkan keterampilan serta pro terhadap kelestarian lingkungan.
“Karena alokasi bingkisan lebaran dari hasil kredit RSPO,” katanya seraya menegaskan bingkisan berupa 15 kilogram beras ,2 liter minyak goreng, syrup dan gula 2 kilogram, kopi, susu, biskuit kaleng dan teh.
Pembagian bingkisan ini dirasakan manfaatnya oleh anggota. Alasannya, karena pembagian dilakukan diwaktu yang tepat di tengah harga kebutuhan pokok, terutama beras yang meningkat.
“Anggota menerima dengan antusias, berbahagia sekali. Bingkisan bahan pokok yang diberikan karena prestasinya dalam menjaga berkelanjutan berkebun dengan baik,” katanya.
Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri dalam lima tahun terakhir ini, kata Widodo, terus menguatkan agar petani sawit swadaya, semakin meningkatkan pengetahuannya.
Saat ini, dengan berbagai aturan yang ada, dan permintaan pasar, rantai pasok kelapa sawit sudah harus bisa ditelusuri secara detail.

“Petani sekarang bukan lagi asal senang tanda buah segar (TBS) bisa terjual, tapi ada nilai dan kualitas dari TBS yang dijual. Petani bahkan rajin mencatat produksi dan melaporkan penjualan TBS pada koperasi,” ungkapnya.
APKSM yang memiliki 804 anggota dengan luas lahan sawit yang dimiliki anggota 1.748 hektar, terus berupaya memenuhi standar yang sudah ditetapkan dalam berbagai kebijakan seperti ISPO atau RSPO. Karena untuk kesejahteraan petani sawit swadaya.
“Dengan dana kredit ini, APKSM ingin menunjukkan jika petani juga memikiki sosial dan seperangkat nilai untuk menjaga lingkungan dan masyarakat sekitar kebun” katanya.
















