FORTASBI – Pada tahun 2025, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berkah Mulya Jaya (BMJ), yang sudah mengantongi sertifikat RSPO mendapatkan dana kredit sebesar Rp 1,2 miliar , meningkat dibanding tahun sebelumnya Rp 762 juta.
Dengan peningkatan tersebut, BUMDes BMJ, bisa melakukan berbagai inovasi dan terobosan program untuk sawit berkelanjutan.
Di mana kredit yang didapat dengan skema book and claim tersebut, disalurkan untuk program lingkungan dan konservasi sebagai penerapan prinsif environmental, social dan governace (ESG), petani sawit swadaya.

Menjelang akhir tahun 2025, BUMDes menyalurkan dana Rp 21 juta untuk pengelolaan hutan desa dan adopsi orang utan di Pulau Salat, Kalimantan Tengah, berkolaborasi dengan Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation atau BOSF.
Direktur BUMDes Berkah Mulya Jaya Choirul Fuadi menegaskan, pengalokasikan ini sebagai wujud dari komitmen penjagaan lingkungan di sekitar perkebunan sawit.
“Kredit RSPO menjadi andalan untuk melakukan berbagai kerja berdampak dan layanan pada anggota atau petani sawit swadaya,” ungkapnya.

Choirul berharap, setiap tahun banyak buyer yang semakin melirik kredit RSPO petani sawit swadaya sebagai komitmen sawit berkelanjutan berbagai pihak.
“Petani masih butuh berbagai dukungan dari berbagai pihak. Kami tidak bisa sendiri menerapkan prinsif dan kriteria keberlanjutan,” ungkapnya.
Ia yakin, dengan banyaknya dukungan, petani sawit swadaya bisa naik kelas baik secara sumber daya manusia, komitmen pada lingkungan dan komitmen pada sosial kemasyarakatan di sektor perkebunan.

“Tentunya, kami berterimakasih pada berbagai pihak yang masih mendukung petani sawit swadaya,” ujarnya.
BUMDes Berkah Mulya Jaya beranggotakan 506 petani sawit swadaya, dengan rincian petani laki-laki 417 orang, petani perempuan 89 orang, dan total luas lahan tersertifikasi 1.997,98 hektar.
BUMDes ini berada di Desa Mekar Mulya Kecamatan Sematu Jaya, Kabupaten Lamandau Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia.















