{"id":2019,"date":"2024-03-27T05:08:17","date_gmt":"2024-03-27T05:08:17","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/?p=2019"},"modified":"2024-03-27T05:08:19","modified_gmt":"2024-03-27T05:08:19","slug":"rantai-pasok-biodiesel-harus-libatkan-petani-sawit-swadaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/2024\/03\/27\/rantai-pasok-biodiesel-harus-libatkan-petani-sawit-swadaya\/","title":{"rendered":"Rantai Pasok Biodiesel Harus Libatkan Petani Sawit Swadaya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>FORTASBI &#8211;<\/strong> Pemerintah berencana meningkatkan campuran biodiesel hingga 50 persen. Hasil penelitian Koalisi Transisi Bersih, memprediksi bahwa permintaan biosolar atau biodiesel akan mencapai 65,8 juta kiloliter (kl) pada tahun 2042.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada 2022 tercatat luas perkebunan sawit nasional mencapai 17,77 juta hektar, naik 145 persen atau 2,45 kali lipat dibandingkan tahun 2001 yang hanya 7,25 juta hektar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara tingkat produktivitas minyak sawit naik 30% atau 1,3 kali lipat, disisi lain selama periode 2001-2022, seluas 2,95 juta hektar hutan alam telah beralih menjadi perkebunan sawit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam Rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Terbarukan (RUU EBT) biomassa dijadikan sebagai salah satu sumber energi terbarukan yang diusung dan diberikan banyak kemudahan dalam proses transisi energi kedepannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Minyak sawit sebagai bahan baku utama produksi biodiesel ikut mendorong peningkatan permintaan minyak sawit nasional termasuk penggunaanya untuk kebutuhan pangan domestik dan industri yang juga mengalami peningkatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahkan kebijakan biodiesel juga didukung dengan penggunaan dana pungutan CPO untuk biodiesel. Sejak 2015 hingga 2022, jumlah dana pungutan yang telah digunakan untuk biodiesel telah mencapai Rp 144,7 triliun.1<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepala Departemen Serikat petani Kelapa Sawit Marselinus Andri, merinci berdasarkan lima kelompok korporasi pemasok biodiesel terbesar yang disebutkan sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga menjadi penerima utama dari alokasi biodiesel masing-masing kelompok tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Terdapat 685 perusahaan pengolah TBS dengan jumlah pabrik kelapa sawit mencapai 792 unit yang dilaporkan telah memasok minyak sawit ke lima kelompok korporasi tersebut. Pemasok bahan baku BU BBN ini tersebar hampir di seluruh pulau besar,\u201d tegas Andri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Andri mengatakan, perlu ada perbaikan yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak buruk dari sawit dan biodiesel. Selain itu, pembenahan pada rantai pasok Biodiesel diperlukan dengan memprioritaskan petani sawit swadaya sebagai pemasok bahan baku serta perlu menyusun konsep model kemitraan usaha yang setara dan adil antara kelompok tani\/koperasi dan pelaku usaha biodiesel dalam melakukan kerjasama pengembangan industri biodiesel berbasis perkebunan sawit swadaya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menilai, ada peluang bagi pemerintah dan pelaku usaha BU BBM, khususnya PT Pertamina (Persero) untuk mewujudkan rantai pasok biodiesel yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Dalam laporan kami terdapat fakta yang menunjukkan bahwa 80% pelaku deforestasi itu adalah perkebunan skala besar, maka pertanyaannya, mengapa sawit rakyat tidak menjadi prioritas dalam pengembangan bahan baku biodiesel ini?\u201d Kata Andry.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Padahal, menurutnya, dengan memasukkan petani sawit swadaya ke dalam rantai pasok biodiesel, dapat meningkatkan kesejahteraan petani mendorong tercapainya pemerataan ekonomi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Sehingga manfaat kebijakan biodiesel ini tidak hanya dirasakan oleh segelintir perusahaan besar saja melainkan petani sawit. Selama ini, petani mendapat potongan harga karena dampak pungutan dan rantai pasok yang panjang,&#8221; katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peneliti Satya Bumi Sayyidatihayaa Afra menilai, ambisi Pemerintah meningkatkan kewajiban campuran biodiesel perlu ditimbang ulang. Hal ini lantaran, permintaan minyak sawit nasional tidak hanya digunakan untuk energi, melainkan juga untuk kebutuhan pangan, oleokimia serta ekspor sebagai sumber devisa juga mengalami peningkatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Forest Campaigner Greenpeace Iqbal Damanik menegaskan, tanpa peningkatan target campuran biodiesel oleh pemerintah Indonesia (dalam skenario yang ada saat ini), diperlukan 23 juta kl biodiesel untuk memenuhi kebutuhan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan peningkatan target campuran biodiesel menjadi 40 persen pada 2024 (skenario ambisius), kebutuhan naik menjadi 26,3 juta kl. Jika target dinaikkan lagi menjadi 50% pada 2025 (skenario agresif), kebutuhan meningkat menjadi 32,9 juta kl.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menegaskan, kebutuhan minyak sawit untuk produksi biodiesel akan bertambah dari 19,9 juta ton dalam skenario saat ini menjadi 22,75 juta ton dan 28,4 juta ton dalam skenario ambisius dan agresif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada 2042, konsumsi domestik lainnya seperti pangan dan oleokimia akan memerlukan hanya 41%-58% dan 9%-13% dari jumlah minyak sawit yang digunakan untuk biodiesel. Ini menandai perubahan signifikan dibandingkan tahun 2022, di mana kebutuhan pangan melebihi biodiesel sebesar 4%.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika pemerintah Indonesia tidak meningkatkan target campuran biodiesel hingga 2042, terang Iqbal, jumlah minyak sawit yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan domestik dan internasional pada tahun 2042 adalah sebesar 67,1 juta ton. Ekspor dan produksi biodiesel masing-masing menyumbang 49% dan 30% dari total permintaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila target campuran biodiesel ditingkatkan menjadi 40% pada 2024, maka pada tahun 2042, total permintaan minyak sawit akan naik menjadi 69,94 juta ton. Porsi ekspor turun menjadi 47%, dan porsi untuk produksi biodiesel naik menjadi 33%.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika Pemerintah Indonesia meningkatkan lagi target campuran biodiesel menjadi 50% pada tahun 2025, maka total permintaan minyak sawit pada tahun 2042 akan mencapai 75,63 juta ton, dengan porsi ekspor turun menjadi sebesar 44% dan porsi untuk produksi biodiesel naik menjadi 38%.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam skenario ambisius, kebijakan ini akan melahap sebanyak 17 juta hektar, dan 18,4 juta hektar pada skenario agresif. Angka ini naik signifikan masing-masing 29%, 34%, dan 45% dibandingkan tahun 2022 yang sebesar 12,69 juta hektar. Dengan asumsi adanya tanaman yang rusak dan tanaman yang belum menghasilkan tetap masing-masing sebesar 3,9% dan 21,6%, maka luas perkebunan sawit yang dibutuhkan menjadi semakin tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada skenario BAU, luas kebun sawit yang dibutuhkan menjadi sebesar 20,52 juta hektar, 21,39 juta hektar pada skenario ambisius, dan lebih tinggi pada skenario agresif, yakni sebesar 23,13 juta hektar<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Saat ini ada 3,4 juta hektar hutan alam tersisa di dalam konsesi sawit. Ambisi untuk terus menaikkan tingkat campuran biodiesel akan meningkatkan kebutuhan ekspansi lahan kebun sawit secara signifikan. Dengan arah pengaturan perlindungan hutan yang ada, hutan alam tersebut mungkin akan lenyap dalam 2 dekade mendatang,&#8221; tegas Iqbal.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada 2022 tercatat luas perkebunan sawit nasional mencapai 17,77 juta hektar, naik 145 persen atau 2,45 kali lipat dibandingkan tahun 2001 yang hanya 7,25 juta hektar.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2020,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[83],"tags":[180,291,212,72,136,119,57],"class_list":["post-2019","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-biodiesel","tag-biosolar","tag-deforestasi","tag-kelapa-sawit","tag-petani-sawit-swadaya","tag-rantai-pasok","tag-sawit"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Rantai Pasok Biodiesel Harus Libatkan Petani Sawit Swadaya -<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kebutuhan minyak sawit untuk produksi biodiesel akan bertambah dari 19,9 juta ton dalam skenario saat ini menjadi 22,75 juta ton dan 28,4 juta ton dalam skenario ambisius dan agresif.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/2024\/03\/27\/rantai-pasok-biodiesel-harus-libatkan-petani-sawit-swadaya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rantai Pasok Biodiesel Harus Libatkan Petani Sawit Swadaya -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kebutuhan minyak sawit untuk produksi biodiesel akan bertambah dari 19,9 juta ton dalam skenario saat ini menjadi 22,75 juta ton dan 28,4 juta ton dalam skenario ambisius dan agresif.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/2024\/03\/27\/rantai-pasok-biodiesel-harus-libatkan-petani-sawit-swadaya\/\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/fortasbi\/?locale=id_ID\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-03-27T05:08:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-03-27T05:08:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Foto-2-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1707\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"author admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"author admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/2024\/03\/27\/rantai-pasok-biodiesel-harus-libatkan-petani-sawit-swadaya\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/2024\/03\/27\/rantai-pasok-biodiesel-harus-libatkan-petani-sawit-swadaya\/\"},\"author\":{\"name\":\"author admin\",\"@id\":\"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/#\/schema\/person\/68f3ff9fdf4b759a1bf389d9cd36350b\"},\"headline\":\"Rantai Pasok Biodiesel Harus Libatkan Petani Sawit Swadaya\",\"datePublished\":\"2024-03-27T05:08:17+00:00\",\"dateModified\":\"2024-03-27T05:08:19+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/2024\/03\/27\/rantai-pasok-biodiesel-harus-libatkan-petani-sawit-swadaya\/\"},\"wordCount\":784,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/#organization\"},\"keywords\":[\"biodiesel\",\"biosolar\",\"deforestasi\",\"kelapa sawit\",\"petani sawit swadaya\",\"rantai pasok\",\"sawit\"],\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/2024\/03\/27\/rantai-pasok-biodiesel-harus-libatkan-petani-sawit-swadaya\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/2024\/03\/27\/rantai-pasok-biodiesel-harus-libatkan-petani-sawit-swadaya\/\",\"url\":\"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/2024\/03\/27\/rantai-pasok-biodiesel-harus-libatkan-petani-sawit-swadaya\/\",\"name\":\"Rantai Pasok Biodiesel Harus Libatkan Petani Sawit Swadaya -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-03-27T05:08:17+00:00\",\"dateModified\":\"2024-03-27T05:08:19+00:00\",\"description\":\"Kebutuhan minyak sawit untuk produksi biodiesel akan bertambah dari 19,9 juta ton dalam skenario saat ini menjadi 22,75 juta ton dan 28,4 juta ton dalam skenario ambisius dan agresif.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/2024\/03\/27\/rantai-pasok-biodiesel-harus-libatkan-petani-sawit-swadaya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/2024\/03\/27\/rantai-pasok-biodiesel-harus-libatkan-petani-sawit-swadaya\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/2024\/03\/27\/rantai-pasok-biodiesel-harus-libatkan-petani-sawit-swadaya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Rantai Pasok Biodiesel Harus Libatkan Petani Sawit Swadaya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/\",\"name\":\"Cerita Baik\",\"description\":\"Copyright \u00a92024 FORTASBI\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/#organization\",\"name\":\"Cerita Baik\",\"url\":\"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/cropped-cropped-LogoFORTASBI_NoBG.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/cropped-cropped-LogoFORTASBI_NoBG.png\",\"width\":945,\"height\":354,\"caption\":\"Cerita Baik\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/fortasbi\/?locale=id_ID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/fortasbi.indonesia\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/#\/schema\/person\/68f3ff9fdf4b759a1bf389d9cd36350b\",\"name\":\"author admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d20d216c677b863944377e1fe16bd7cf4225528b86b44cc9a68b389774255b65?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d20d216c677b863944377e1fe16bd7cf4225528b86b44cc9a68b389774255b65?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"author admin\"},\"url\":\"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/author\/author-admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Rantai Pasok Biodiesel Harus Libatkan Petani Sawit Swadaya -","description":"Kebutuhan minyak sawit untuk produksi biodiesel akan bertambah dari 19,9 juta ton dalam skenario saat ini menjadi 22,75 juta ton dan 28,4 juta ton dalam skenario ambisius dan agresif.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/2024\/03\/27\/rantai-pasok-biodiesel-harus-libatkan-petani-sawit-swadaya\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Rantai Pasok Biodiesel Harus Libatkan Petani Sawit Swadaya -","og_description":"Kebutuhan minyak sawit untuk produksi biodiesel akan bertambah dari 19,9 juta ton dalam skenario saat ini menjadi 22,75 juta ton dan 28,4 juta ton dalam skenario ambisius dan agresif.","og_url":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/2024\/03\/27\/rantai-pasok-biodiesel-harus-libatkan-petani-sawit-swadaya\/","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/fortasbi\/?locale=id_ID","article_published_time":"2024-03-27T05:08:17+00:00","article_modified_time":"2024-03-27T05:08:19+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1707,"url":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Foto-2-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"author admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"author admin","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/2024\/03\/27\/rantai-pasok-biodiesel-harus-libatkan-petani-sawit-swadaya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/2024\/03\/27\/rantai-pasok-biodiesel-harus-libatkan-petani-sawit-swadaya\/"},"author":{"name":"author admin","@id":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/#\/schema\/person\/68f3ff9fdf4b759a1bf389d9cd36350b"},"headline":"Rantai Pasok Biodiesel Harus Libatkan Petani Sawit Swadaya","datePublished":"2024-03-27T05:08:17+00:00","dateModified":"2024-03-27T05:08:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/2024\/03\/27\/rantai-pasok-biodiesel-harus-libatkan-petani-sawit-swadaya\/"},"wordCount":784,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/#organization"},"keywords":["biodiesel","biosolar","deforestasi","kelapa sawit","petani sawit swadaya","rantai pasok","sawit"],"articleSection":["Berita"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/2024\/03\/27\/rantai-pasok-biodiesel-harus-libatkan-petani-sawit-swadaya\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/2024\/03\/27\/rantai-pasok-biodiesel-harus-libatkan-petani-sawit-swadaya\/","url":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/2024\/03\/27\/rantai-pasok-biodiesel-harus-libatkan-petani-sawit-swadaya\/","name":"Rantai Pasok Biodiesel Harus Libatkan Petani Sawit Swadaya -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/#website"},"datePublished":"2024-03-27T05:08:17+00:00","dateModified":"2024-03-27T05:08:19+00:00","description":"Kebutuhan minyak sawit untuk produksi biodiesel akan bertambah dari 19,9 juta ton dalam skenario saat ini menjadi 22,75 juta ton dan 28,4 juta ton dalam skenario ambisius dan agresif.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/2024\/03\/27\/rantai-pasok-biodiesel-harus-libatkan-petani-sawit-swadaya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/2024\/03\/27\/rantai-pasok-biodiesel-harus-libatkan-petani-sawit-swadaya\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/2024\/03\/27\/rantai-pasok-biodiesel-harus-libatkan-petani-sawit-swadaya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Rantai Pasok Biodiesel Harus Libatkan Petani Sawit Swadaya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/#website","url":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/","name":"Cerita Baik","description":"Copyright \u00a92024 FORTASBI","publisher":{"@id":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/#organization","name":"Cerita Baik","url":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/cropped-cropped-LogoFORTASBI_NoBG.png","contentUrl":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/cropped-cropped-LogoFORTASBI_NoBG.png","width":945,"height":354,"caption":"Cerita Baik"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/fortasbi\/?locale=id_ID","https:\/\/www.instagram.com\/fortasbi.indonesia\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/#\/schema\/person\/68f3ff9fdf4b759a1bf389d9cd36350b","name":"author admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d20d216c677b863944377e1fe16bd7cf4225528b86b44cc9a68b389774255b65?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d20d216c677b863944377e1fe16bd7cf4225528b86b44cc9a68b389774255b65?s=96&d=mm&r=g","caption":"author admin"},"url":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/author\/author-admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2019","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2019"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2019\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2021,"href":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2019\/revisions\/2021"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2020"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2019"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2019"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ceritabaik.fortasbi.org\/first\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2019"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}